Jumat, 31 Agustus 2012

CONTOH PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT



A. JUDUL
            PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MASYARAKAT PERKAMPUNGAN KUMUH BANJIR KANAL TIMUR MELALUI KETERAMPILAN KOMPUTER
B. ANALISIS SITUASI
            Pandean lamper merupakan kelurahan yang berada di Kecamatan Gayamsari. Letak kelurahan Pandean lamper berada di sebelah timur Banjir kanal timur. Seiring berjalannya waktu perkembangan penduduk di kelurahan pandean lamper semakin pesat. Jumlah penduduk yang semakin bertambah diakibatkan oleh angka kelahiran yang terus bertambah serta arus urbanisasi yang tinggi. Luas lahan permukiman yang sudah semakin sempit mengakibatkan pertumbuhan permukiman yang tak terkendali. di sepanjang bantaran kali banjir kanal timur banyak berdiri permukiman kumuh akibat membludaknya jumlah penduduk.
            Pemukiman kumuh adalah pemukiman yang tidak layak huni karena tidak memenuhi persyaratan untuk hunian baik secara teknis maupun non teknis. Suatu pemukiman kumuh dapat dikatan sebagai pengejawantahan dari kemiskinan, karena pada umumnya di pemukiman kumuhlah masyarakat miskin tinggal dan banyak kita jumpai di kawasan perkotaan seperti di Kelurahan pandean lamper Kecamaran Gayamsari.
            Kemiskinan merupakan salah satu penyebab timbulnya pemukiman kumuh di kawasan perkotaan. Pada dasarnya kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan, peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan. Peningkatan pelayanan dasar ini dapat diwujudkan dengan peningkatan air bersih, sanitasi, penyediaan usaha perbaikan perumahan dan lingkungan pemukiman serta peningkatan kualitas SDM.
            Kemiskinan terjadi akibat rendahnya pendapatan dikarenakan kualitas SDM yang kurang memadahi. Pada Masyarakat bantaran kali banjir kanal timur pada umumnya adalah masyarakat pinggiran kota yang bermigrasi ke kota untuk merubah taraf hidup agar lebih baik. Minimnya pengalaman dan ketrampilan membuat masyarakat mau tidak mau harus bekerja seadanya. Keinginan masyarakat untuk merubah taraf hidup di kota harusnya dibarengi dengan ketrampilan memadahi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat penting agar dapat bersaing di era globalisasi.
            Tingkat pendidikan di permukiman kumuh bantaran sungai banjir kanal timur secara umum sangat rendah dan pada umumnya masyarakat bekerja pada sektor informal. sehingga hal inilah yang menyebabkan mereka tinggal di bantaran sungai banjir kanal timur.
            Melihat kondisi seperti diatas maka salah satu langkah yang perlu diambil adalah dengan peningkatan kualitas SDM. Peningkatan kualitas SDM yang dimulai sejak dini dapat berpengaruh pada daya saing individu itu sendiri. Langkah yang di ambil adalah memberikan ketrampilan tambahan kepada mereka yang berusia produktif. Salah satu ketrampilan yang akan diberikan kepada masyarakat adalah ketrampilan komputer. Dengan bekal ketrampilan komputer di harapkan masyarakat mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
C. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH
            Rendahnya SDM Indonesia diakibatkan kurangnya penguasaan IPTEK, karena sikap mental dan penguasaan IPTEK yang dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.
            Dengan penguasaan IPTEK maka masyarakat akan mampu bersaing di era globalisasi. Kemampuan untuk menguasai IPTEK pada umumnya haruslah dimiliki oleh masyarakat khususnya warga permukiman kumuh bantaran sungai banjir kanal timur. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian kalangan akademisi untuk turut serta membantu dalam peningkatan kualitas SDM masyarakat tersebut melalui pelatihan komputer/IPTEK. Sehingga dengan penguasaan IPTEK warga permukiman kumuh bantaran sungai banjir kanal timur dapat merubah taraf hidup agar lebih baik.


D. TINJAUAN PUSTAKA.
            Secara umum pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang menggambarkan suatu proses dalam pengembangan organisasi maupun masyarakat.  Pendidikan dengan pelatihan merupakan suatu rangkaian yang tak dapat dipisahkan dalam sistem pengembangan sumberdaya manusia, yang di alamnya terjadi proses perencanaan, penempatan, dan pengembangan tenaga manusia. Dalam proses pengembangannya diupayakan agar sumberdaya manusia dapat diberdayakan secara maksimal, sehingga apa yang menjadi tujuan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia tersebut dapat terpenuhi. Moekijat (1993:3) juga menyatakan bahwa “pelatihan adalah suatu bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan diluar sistem pendidikan yang berlaku, dalam waktu yangrelatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori”.
            Menurut definisi BPS (2006) pendapatan adalah merupakan balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi dalam jangka waktu tertentu . Balas jasa tersebut dapat berupa sewa, upah atau gaji, bunga uang ataupun laba. Dilihat dari pemanfaatan tenaga kerja pendapatan yang berasal dari balas jasa berupa upah atau gaji di sebut dengan pendapatan tenaga kerja (labor income). Sedangkan pendapatan dari balas jasa selain tenaga kerja disebut dengan pendapatan bukan tenaga kerja (non labor- income) . Disamping itu ada pula pendapatan yang bukan berasal dari balas jasa atas pemanfaatan faktor produksi dan tidak bersifat mengikat. Pendapatan ini disebut pendapatan transfer. Pendapatan transfer ini (transfer income) dapat berasal dari pemberian perseorangan atau institusi (misalnya pemerintah). Pendapatan transfer ini dapat positif maupun negative tergantung pada besarnya pembayaran atau penerimaan transfer dalam jangka waktu tertentu.
            Dalam pengembangan masyarakat, pelatihan diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dari warga masyarakat dalam menghadapi tuntutan maupun perubahan lingkungan sekitarnya. Pemberian pelatihan bagi masyarakat bertujuan untuk memberdayakan, sehingga warga masyarakat menjadi berdaya dan dapat berpartisipasi aktif pada proses perubahan. Pelatihan dapat membantu orang atau masyarakat untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki. Dengan pelatihan juga dapat menimbulkan perubahan dalam kebiasaankebiasaan bekerja masyarakat, perubahan sikap terhadap pekerjaan, serta dalam informasi dan pengetahuan yang mereka terapkan dalam pekerjaannya sehari-hari. Kegiatan pelatihan dapat terjadi apabila seseorang atau masyarakat menyadari perlunya mengembangkan potensi  dan kemampuan  dalam memenuhi kebutuhan maupun kepuasan hidupnya, oleh sebab itu diperlukan kegiatan pemberdayaa.
            Produktivitas kerja merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan barang atau jasa dalam waktu tertentu. Menurut M. Sinungan dalam Nugroho (2005: 5) “Produktivitas kerja adalah: suatu sikap mental yang mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin dan kehidupan hari esok harus lebih baik dari pada hari ini”. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang menururt Nugroho (2005: 5) adalah: pendidikan, keahlian, keahlian, motivasi, sikap dan etika kerja, penghasilan, jaminan sosial, lingkungan kerja dan iklim kerja, teknologi, kesehatan dan gizi, manajemen, serta kesempatan berprestasi. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang enimbulkan gagasan yangmendasari kegiatan pengabdian kepada masyaraka yang akan dilakukan.
            Tanpa pendidikan yang berbobot dan berkualitas yang dimiliki oleh masyarakat, maka upaya dalam meningkatkan produktivitas seutuhnya sulit untuk diwujudkan. Kualitas ketrampilan sangat menentukan dalam penyiapan sumber daya manusia yang handal. Kualitas ketrampilan dapat dicapai dengan menciptakan iklim pembelajaran yang  menyenangkan, sehingga mampu memotivasi dan mendorong semangat serta mampu memberdayakan kemampuan seoptimal mungkin.
 E. TUJUAN KEGIATAN
Ø  Meningkatkan kualitas pendidikan Non Formal bagi Masyarakat Umum sebagai upaya peningkatan kwalitas Hidup.
Ø  Meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat dan kesadaran remaja tentang pentingnya ketrampilan untuk bersaing di era pasar bebas.
Tujuan Khusus
Ø  Meningkatkan kualitas pendidikan Non Formal bagi remaja putus sekolah sebagai sasaran program.
Ø  Meningkatkan keterampilan remaja putus sekolah melalui penyediaan sarana ketrampilan dan pelatihan untuk mengembangkan sikap kewirausahaan.
Ø  Meningkatkan kualitas wawasan dan kesadaran remaja tentang pentingnya ketrampilan untuk bersaing di era pasar bebas.
F. MANFAAT KEGIATAN
            Dari terselenggaranya kegiatan program pelatihan komputer ini, beberapa hal yang dapat dicapai dengan memenuhi indikator sebagai berikut :
1.     Out Put Untuk  Warga Belajar
Ø   Warga belajar menyadari hak untuk mendapat kehidupan yang layak, hak untuk mendapat perlindungan dari kekerasan dan penelantaran serta hak untuk tumbuh kembang, bekerja dengan penghasilan yang baik.
Ø   Warga belajar memahami pentingnya layanan bimbingan pendidikan non formal dan menanamkan nilai-nilai sosial masyarakat pada remaja yang jadi sasaran program.
Ø   Warga belajar mengetahui cara-cara mengembangkan kreatifitas untuk menumbuhkan sikap kewirausahaan mandiri.
2.     Out Put Untuk Masyarakat.
v   Adanya kesadaran dari semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk mengadakan kegiatan belajar alternatif.
v   pelatihan komputer Menjadi sarana pendidikan yang kompeten ditengah arus persaingan hidup.
v   Menjadi solusi terbaik untuk mengatasi masalah kemiskinan, penggangguran dan ketertinggalan pengetahuan.

G. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH
             Rendahnya kualitas SDM menjadi polemik di masyarakat. Kualitas dan ketrampilan SDM yang kurang memadahi akan mengakibatkan produktifitas seseorang menjadi rendah. oleh karena itu dibutuhkan solusi yang tepat untuk mendorong peningkatan kualitas dan ketrampilan masyarakat khususnya warga permukiman kumuh bantaran sungai banjir kanal timur.

Peserta pelatihan
 

Pelatihan Komputer
 

Pekerjaan lebih baik ( Pendapatan Meningkat)
 

Output
( peserta dg ketrampilan )
 
            Dengan Pelatihan ketrampilan komputer diharapkan peserta pelatihan mampu mengaplikasikanya baik di dunia kerja maupun dunia pendidikan. Dengan ketrampilan ini peserta mampu bekerja lebih baik dan memeperoleh pendapatan yang meningkat. Pendapatan peserta meningkat akan mempengaruhi taraf hidupnya. Sehingga dengan adanya pelatihan ini masyarakat mampu merubah taraf hidup yang lebih baik seperti tergambar pada gambar di bawah ini:
H. KHALAYAK SASARAN ANTARA YANG STRATEGIS

Gbr 1. Proses Rekruitmen Peserta
Proses rekruitmen peserta pelatihan dilakukan dengan cara:
a)     Sosialisasi dan survey langsung pada lokasi yang akan menjadi sasaran dari kegiatan ini.
b)     Bekerja sama dengan Kelurahan atau RT setempat untuk mendapatkan data keluarga miskin atau remaja, dengan indikator-indikator yang telah ditentukan.
c)     Setelah mendapat kepastian tentang data sasaran tim sosialisasi melakukan pendekatan (datang ke Rumah yang dimaksud) untuk memberikan formulir yang telah ada.
d)     Mendata Remaja yang sudah masuk sekaligus menyeleksi warga belajar yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan lembaga.
Kriteria Peserta Pelatihan
a)     Remaja yang usianya diatas 15 tahun s/d 30 tahun.
b)     Masih mengganggur; yakni belum mempunyai pendapatan tetap atau pendapatan dibawah standar minimum.
c)     Tidak mempunyai ketrampilan hidup yang bisa dijadikan pedoman untuk dijadikan jaminan masa depan usahanya.

I. KETERKAITAN
            Keterkaitan kegiatan pelatihan komputer ini dengan pihak-pihak yang berkepentingan antara lain, Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan kalangan pengusaha. Kaitaan pelatihan komputer dengan pemerintah yaitu sebagai pendukung kegiatan pemerintah dalam peningkatan kualitas SDM pada remaja usia produktif. Sehingga dengan adanya pelatihan komputer masyarakat mampu untuk bersaing dalam dunia usaha. Sedangkan untuk perguruan tinggi yaitu sebagai tridarma Perguruan Tinggi yang salah satunya mengabdi pada masyarakat serta manfaat untuk perusahaan/pengusaha yaitu sebagai wadah penyiapan calon tenagakkerja yang unggul dan kompetitif dalam bidang komputer.
J. METODE KEGIATAN.
Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan komputer yaitu.
1.     Teori
            Dalam pelatihan komputer dibutuhkan dasar pengetahuan tentang seluk bekluk komputer. Sehingga memudahkan peserta untuk memahami proses pembelajaran.
2.     Praktek
            Untuk menunjang pelatihan komputer maka dibutuhkan sebuah kegiatan pengalaman langsung yaitu berupa praktek. Dengan metode praktik maka peserta mampu melakukan simulasi dan menerapkan apa yang telah dipelajari dalam teori.
K. RANCANGAN EVALUASI
            Evaluasi pelatihan akan diadakan setelah rangkaian acara telah selesai yaitu dengan dua cara:
1.     Test teori yaitu berisi tentang soal-soal yang berkaitan tentang teori yang telah diajarkan.
2.     Praktek yaitu dengan menilai hasil praktek peserta sesuai yang diajarkan.
Indikator Keberhasilan antara lain:
1.   Peserta pelatihan menguasai teori tentang seluk beluk sistem operasi komputer,utamanya microsoft office.
2.   Peserta mampu mengoperasikan komputer.
3.   Peserta trampil dalam mengoprasikan microsoft office.
4.   Peserta mampu mengembangkan potensi diri.
5.   Peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari pelatihan.
L. RENCANA DAN JADWAL KERJA
Dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan SDM atau pelatihan komputer ini direncanakan sebagai berikut:



April


Mei


Juni



Kegiatan/
minggu ke
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
Survey lokasi












Persiapan












Sosialisasi












Pelaksanaan kegiatan












Evaluasi












Pembuatan Laporan













keterangan :
1.     April Minggu I dan II yaitu survey lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan kkegiatan.
2.     April Minggu III dan IV yaitu melakukan persiapan ijin,surat menyurat dal lain-lain.
3.     Mei I dan II yaitu melakukan sosialisasi kepada calon peserta.
4.     Mei Minggu III dan IV yaitu kegiatan pelaksanaan pelatihan dengan memberikan teori serta praktek secara langsung.
5.     Juni Minggu I dan IIyaitu dilakukanya evaluasi atas hasil kegiatan.
6.     Juni Minggu Iii dan IV yaitu penyusunan laporan.
M. ORGANISASI PELAKSANA
1. Ketua Pelaksana
a. Nama dan Gelar Akademik                   : Ahmad Fakhruroji
b.Pangkat/ Golongan/NIP                          : 7101409106
c. Jabatan Fungsional                                : Ketua Pelaksana
d. Bidang Keahlian                                                : Ekonomi
e. Fakultas/Program Studi/Pusat                : Ekonomi/Pend. Ekonomi (Koperasi)
f. Waktu untuk Kegiatan ini                       :  24 jam/ mimggu
2. Anggota Pelaksana                                    :
a. Nama dan Gelar Akademik                   : Nur Chayyi
b.Pangkat/ Golongan/NIP                          : 7101409106
c. Jabatan Fungsional                                : Anggota
d. Bidang Keahlian                                                : Ekonomi
e. Fakultas/Program Studi/Pusat               : Ekonomi/Pend. Ekonomi (Koperasi)
3. Anggota Pelaksana                                :
a. Nama dan Gelar Akademik                   : Fitriyanto
b.Pangkat/ Golongan/NIP                           : 7101409106
c. Jabatan Fungsional                                 : Anggota
d. Bidang Keahlian                                                : Manajemen
e. Fakultas/Program Studi/Pusat               : Ekonomi/Manajemen
f. Waktu untuk Kegiatan ini                        :  20 jam/ mimggu
N. RENCANA BIAYA
1.     Kesekretariatan
a.      1 Rim Kertas HVS @ 50.000,-                                                      Rp.        50.000,-
b.     2 Dus amplop @ 15.000                                                                 Rp.        30.000,-
c.      F.C Materi                                                                                      Rp.      250.000,-
d.     20 Buah Blok Note @ 5.000                                                          Rp.     100.000,-
Jumlah                                                                                            Rp.  480,000,-
2.     Konsumsi
a.      Makan Peserta & panitia 20 x @ 10.000                                       Rp.    200.000,-
b.     3 Kardus Makan Pembicara @ 30.000                                          Rp.       90.000,-
c.      3 Kardus Snack Pembicara @ 10.000                                            Rp.       30.000,-
d.     Air Mineral Gelas kardus 15.000 x 4                                            Rp.        60.000,-
Jumlah                                                                                            Rp.   380.000,-
3.     Akomodasi & Transportasi.
a.      Pembicara @ 150.000,- x 3                                                            Rp.    450.000,-
b.     Akomodasi & Transportasi Pelaksana                                          Rp.    400.000,-
Jumlah                                                                                            Rp.   850.000,-
4.   Peralatan dan honorium
a.    Sewa komputer / laptop @100.000 x 5                                          Rp.      500.000,-
b.   Pembuatan laporan/ Monev                                                           Rp.      300.000,-
c.    Honor pelaksana @150.000 X 3                                                    Rp. 450.000,-Jumlah                                                                                                        Rp.   1.250.000,-
Total keseluruhan                                                                                   Rp. 2.960.000,-
Terbilang : Dua Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar